Serbia Emoh Jadi 'Prajurit NATO', Desak Barat Minta Maaf

Minggu, 03 Juli 2022 - 15:36 WIB
“Kami sangat jelas: Kami tidak akan terlibat dalam konflik dengan Rusia, kami tidak akan terlibat dalam perang orang lain, kami tidak akan menjadi prajurit orang lain,” ia menegaskan.

Vulin sebelumnya juga mengatakan bahwa negara-negara barat sangat ingin membuat Serbia bergabung dengan rezim sanksi anti-Rusia karena mereka membutuhkan Beograd di pihak mereka untuk membebaskan mereka dari dosa melanggar hukum internasional di Serbia sendiri.

Baca juga: Ukraina Tuding Rusia Jatuhkan Bom Fosfor di Pulau Ular

Serbia adalah salah satu dari sedikit negara Eropa yang tidak memberlakukan sanksi terhadap Rusia atas operasi militernya di Ukraina. Beograd telah berulang kali menghadapi seruan dari UE untuk "mengikuti jejaknya" dan bergabung dengan rezim sanksi, yang ditentangnya.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan pada akhir Juni bahwa Uni Eropa sepenuhnya berperang dengan Rusia. Ia menambahkan bahwa Brussels sangat "marah" dengan Beograd karena tidak mengikutinya.

Presiden Serbia pada saat itu mengatakan bahwa Beograd akan terus mengikuti jalur Uni Eropa tanpa mengorbankan hubungannya dengan Moskow, menambahkan bahwa harus ada pendekatan yang rasional dan pragmatis.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!