Norwegia Janjikan Rp15,6 Triliun untuk Dukung Ukraina
Sabtu, 02 Juli 2022 - 21:03 WIB
"Kami akan menjanjikan 1 miliar Euro untuk mendukung negara Anda dan rakyat Anda untuk sisa tahun 2022 dan untuk 2023," lanjutnya. "Perang ini adalah pelanggaran hukum internasional. Anda memiliki hak untuk membela diri dan kami memiliki hak untuk membantu Anda membela diri," tambahnya.
Ketika ditanya apakah Norwegia bersedia meningkatkan pasokan gas ke Eropa, Stoere mengatakan, Norwegia sudah memproduksi gas "secara maksimal", tetapi akan melakukan segala yang bisa dilakukan untuk menyediakan gas.
Baca: Ukraina Tuding Rusia Jatuhkan Bom Fosfor di Pulau Ular
Sementara Zelensky mengatakan, tekanan perlu terus dilakukan di Rusia sehingga perang akan berakhir. Dia mengatakan Rusia telah menggunakan rudal Kh-22 era Soviet yang dirancang untuk menghantam kapal induk atau benda besar lainnya untuk menyerang gedung berlantai sembilan biasa.
Rusia sendiri membantah menargetkan warga sipil. Ketika ditanya pada hari Jumat apakah Rusia telah menyerang gedung apartemen di desa resor Serhiivka, juru bicara Kremlin mengatakan: "Saya ingin mengingatkan Anda tentang kata-kata presiden bahwa Angkatan Bersenjata Rusia tidak bekerja dengan sasaran sipil".
Ketika ditanya apakah Norwegia bersedia meningkatkan pasokan gas ke Eropa, Stoere mengatakan, Norwegia sudah memproduksi gas "secara maksimal", tetapi akan melakukan segala yang bisa dilakukan untuk menyediakan gas.
Baca: Ukraina Tuding Rusia Jatuhkan Bom Fosfor di Pulau Ular
Sementara Zelensky mengatakan, tekanan perlu terus dilakukan di Rusia sehingga perang akan berakhir. Dia mengatakan Rusia telah menggunakan rudal Kh-22 era Soviet yang dirancang untuk menghantam kapal induk atau benda besar lainnya untuk menyerang gedung berlantai sembilan biasa.
Rusia sendiri membantah menargetkan warga sipil. Ketika ditanya pada hari Jumat apakah Rusia telah menyerang gedung apartemen di desa resor Serhiivka, juru bicara Kremlin mengatakan: "Saya ingin mengingatkan Anda tentang kata-kata presiden bahwa Angkatan Bersenjata Rusia tidak bekerja dengan sasaran sipil".
(esn)
Lihat Juga :