Putin: Meski Tujuan Tetap Sama, Taktik Dapat Berubah

Kamis, 30 Juni 2022 - 13:25 WIB
Dia memperingatkan, “Ini jelas. Apakah mereka tidak memahaminya? Semuanya baik-baik saja sebelumnya di antara kami, tetapi sekarang akan ada ketegangan, tentu saja, saya ulangi, jika kami diancam.”

Namun, Putin menggarisbawahi bahwa saat ini, Moskow tidak melihat potensi ancaman dari Stockholm dan Helsinki sebagai berbahaya seperti yang datang dari Kiev selama beberapa tahun terakhir.

“Bagi kami, Finlandia dan Swedia di NATO sama sekali berbeda dengan Ukraina di NATO,” ujar Putin.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014. Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

Vladimir Putin mengunjungi Ashgabat, Turkmenistan, pada hari Rabu, selama perjalanan luar negeri pertamanya sejak dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina.

Dia menghadiri KTT Kaspia keenam, bertemu dengan para pemimpin Azerbaijan, Iran, Kazakhstan dan Turkmenistan. Sehari sebelumnya, dia mengunjungi Tajikistan dan bertemu dengan Presiden Emomali Rahmon.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!