Ilmuwan Nuklirnya Dihabisi, Iran Tuntut AS Bayar Kompensasi Rp59 Triliun

Jum'at, 24 Juni 2022 - 08:39 WIB
Fakhrizadeh dibunuh di pinggiran Teheran pada 27 November 2020. Dia berada di dalam mobil yang ditembaki dengan senjata canggih.

Laporan intelijen yang dikutip media AS menyebutnya sebagai operasi Mossad, badan intelijen Israel. Namun, rezim Zionis tidak secara resmi mengonfirmasi atau pun menolak terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dengan negara-negara kekuatan dunia termasuk AS memberi Teheran keringanan sanksi dengan imbalan pembatasan program nuklirnya untuk menjamin bahwa Teheran tidak dapat mengembangkan senjata nuklir—sesuatu yang selalu disangkal ingin dilakukan Iran.

Tetapi AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan itu pada 2018, dan menerapkan kembali sanksi, mendorong Iran untuk mulai membatalkan komitmennya sendiri.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!