Taliban: Upaya Penyelamatan Korban Gempa Hampir Selesai
Jum'at, 24 Juni 2022 - 01:06 WIB
Mohammad Nassim Haqqani, juru bicara Kementerian Bencana, mengatakan kepada Reuters bahwa operasi penyelamatan telah selesai di distrik-distrik utama, tetapi masih berlanjut di beberapa daerah terpencil.
PBB mengatakan, bahwa Kementerian Pertahanan Taliban telah mengindikasikan pada Rabu bahwa 90 persen operasi pencarian dan penyelamatan telah selesai.
Baca: Gempa Afghanistan Tewaskan 1.000 Orang, Taliban Minta Bantuan Internasional
Dua pensiunan perwira di Nepal yang terlibat setelah gempa tahun 2015 yang menewaskan 9.000 orang mengungkapkan keterkejutannya bahwa operasi penyelamatan bisa hampir selesai begitu cepat, tetapi satu mencatat bahwa jika sebagian besar rumah yang rusak kecil, itu mungkin.
Gempa tersebut menewaskan sekitar 1.000 orang dan melukai 1.500 orang, kata Muawiyah. Lebih dari 3.000 rumah hancur. Korban tewas menjadikannya gempa paling mematikan di Afghanistan dalam dua dekade, menurut data pemerintah AS.
Sekitar 1.000 orang telah diselamatkan pada Kamis pagi, Sharafat Zaman, juru bicara kementerian kesehatan mengatakan kepada Reuters. "Bantuan sudah sampai ke daerah dan terus berlanjut tapi masih dibutuhkan lebih banyak lagi," katanya.
PBB mengatakan, bahwa Kementerian Pertahanan Taliban telah mengindikasikan pada Rabu bahwa 90 persen operasi pencarian dan penyelamatan telah selesai.
Baca: Gempa Afghanistan Tewaskan 1.000 Orang, Taliban Minta Bantuan Internasional
Dua pensiunan perwira di Nepal yang terlibat setelah gempa tahun 2015 yang menewaskan 9.000 orang mengungkapkan keterkejutannya bahwa operasi penyelamatan bisa hampir selesai begitu cepat, tetapi satu mencatat bahwa jika sebagian besar rumah yang rusak kecil, itu mungkin.
Gempa tersebut menewaskan sekitar 1.000 orang dan melukai 1.500 orang, kata Muawiyah. Lebih dari 3.000 rumah hancur. Korban tewas menjadikannya gempa paling mematikan di Afghanistan dalam dua dekade, menurut data pemerintah AS.
Sekitar 1.000 orang telah diselamatkan pada Kamis pagi, Sharafat Zaman, juru bicara kementerian kesehatan mengatakan kepada Reuters. "Bantuan sudah sampai ke daerah dan terus berlanjut tapi masih dibutuhkan lebih banyak lagi," katanya.
Lihat Juga :