Zelensky: Rusia Mencoba Hancurkan Donbas

Kamis, 23 Juni 2022 - 17:03 WIB
Dia menambahkan bahwa Severodonetsk juga ditembaki "setiap hari", meskipun pasukan Moskow telah merebut sebagian besar kota. Ratusan warga sipil tetap terperangkap di sana, dengan banyak dari mereka mencari perlindungan di pabrik kimia Azot yang luas.

Baca juga: Ukraina Sebut Pertempuran di Severodonetsk Neraka

Penasihat utama presiden Ukraina, Oleksiy Arestovych mengatakan, pertempuran untuk kota-kota di timur negara itu, Severodonetsk dan Lysychansk, telah mencapai "klimaks yang menakutkan".

Arestovych mengatakan pasukan Rusia dapat segera mengepung kota kembar itu dan memisahkan mereka dari wilayah Ukraina.

"Ancaman kemenangan taktis Rusia ada, tetapi mereka belum melakukannya," katanya.

Namun Arestovych mengatakan pertempuran di kedua kota telah melambat secara signifikan setelah Ukraina menimbulkan kerugian besar pada pasukan Rusia, yang dia klaim sekarang terdiri dari sejumlah besar tentara wajib militer. BBC tidak dapat memverifikasi klaim ini dan Rusia menyangkal menggunakan wajib militer dalam perang.

"Ini seperti dua petinju yang saling bergulat di ronde ke-18 dan nyaris tidak bisa bergerak maju. Operasi ini dimulai pada 14 April dan telah berlangsung selama hampir 80 hari," katanya.

Baca juga: Eks Jenderal Rusia: Jika Perang Dunia III, Inggris Lenyap!
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!