Pukulan bagi Kiev, Walikota Ukraina Membelot ke Republik Rakyat Donetsk

Selasa, 14 Juni 2022 - 16:46 WIB
Moskow dan Kiev dengan cepat saling menuding. Seorang perwira Ukraina dengan Brigade Serangan Lintas Udara ke-95, Yuri Kochevenko, menggambarkan kebakaran itu sebagai "kejahatan" di tangan "orang barbar Rusia."

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggunakan kesempatan itu untuk sekali lagi menuntut agar Rusia dikeluarkan dari UNESCO.

Militer Rusia, sebaliknya, menuduh unit militer Ukraina sengaja menembakkan peluru pembakar ke Skete of All Saints sebelum mundur.

Moskow mengklaim ada saksi mata, yang keterangannya menguatkan versi peristiwa ini.

Rusia menyerang negara tetangga pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol Minsk yang ditengahi Jerman dan Perancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.

Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!