Terungkap, AS Desak Perusahaannya Beli Banyak Pupuk Rusia meski Jatuhkan Sanksi

Selasa, 14 Juni 2022 - 14:52 WIB
“Bagi Rusia, sangat penting bagi otoritas AS untuk mengirimkan sinyal yang jelas bahwa kesepakatan ini diizinkan dan untuk kepentingan keamanan pangan global dan mereka tidak boleh menolak untuk melaksanakannya,” kata Ivan Timofeev, spesialis sanksi di Kremlin, yang mendirikan Dewan Urusan Internasional Rusia.

Sementara Rusia mengeklaim bahwa kekhawatiran sanksi juga menahan ekspor biji-bijiannya, total pengiriman musim ini turun hanya 14%, dan ekspor gandum berlipat ganda pada Mei, menurut Grain Union Rusia.

Sebaliknya, lebih dari 25 juta ton biji-bijian, minyak bunga matahari, dan komoditas lainnya tertahan di Ukraina karena kekhawatiran keamanan di pelabuhan Laut Hitam dan jalur pelayaran yang biasanya digunakan untuk mengangkutnya ke pasar global. Para pejabat memperingatkan situasi akan menjadi lebih mengerikan dengan dimulainya panen baru.

Pembicaraan tentang pembebasan pengiriman itu berjalan lambat, dengan Putin berusaha menyalahkan Ukraina karena tidak ingin memindahkan ranjau dari pelabuhan yang ditempatkan untuk mempertahankan mereka dari kemungkinan serangan oleh pasukan Rusia.

Kiev mengatakan tidak yakin dengan jaminan Moskow bahwa Rusia tidak akan menyerang, mencatat bahwa Rusia juga bersikeras sebelum perang bahwa mereka tidak akan menyerang.

Rusia mendapat dukungan dari Turki dalam seruannya untuk pencabutan sanksi pekan lalu, tetapi upaya Ankara untuk menengahi solusi untuk memulai kembali pengiriman sejauh ini belum membuahkan hasil.

Perusahaan pelayaran tetap sangat waspada terhadap Laut Hitam mengingat sanksi dan kekhawatiran keamanan, dan pejabat industri mengatakan dorongan internasional yang lebih terpadu akan diperlukan untuk meyakinkan mereka. Upaya untuk mengirimkan produk Ukraina dengan kereta api ke Eropa hanya membuahkan hasil yang terbatas di tengah perbedaan pengukur jalur dan masalah logistik lainnya.

“Kami sedang bekerja keras ada dengan mitra kami untuk mendapatkan sekitar setengah dari apa yang diekspor Ukraina setiap bulan, tetapi itu akan memakan waktu," kata James O'Brien, kepala Kantor Koordinasi Sanksi di Departemen Luar Negeri AS, pada briefing online 9 Juni. "Kami melihat kekurangan yang substansial.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!