Pertama Kalinya, Menteri Pertahanan AS dan China Bertemu di Singapura
Jum'at, 10 Juni 2022 - 19:02 WIB
"Menteri menegaskan kembali pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat, penentangan terhadap perubahan sepihak pada status quo, dan meminta RRC untuk menahan diri dari tindakan destabilisasi lebih lanjut terhadap Taiwan," sambung pernyataan itu menggunakan akronim dari nama resmi China, Republik Rakyat China seperti dilansir dari CNN.
Menurut pernyataan itu, keduanya juga membahas perlunya mempertahankan jalur komunikasi yang terbuka.
"Menteri Austin membahas perlunya mengelola persaingan secara bertanggung jawab dan menjaga jalur komunikasi terbuka. Menteri menggarisbawahi pentingnya Tentara Pembebasan Rakyat terlibat dalam dialog substantif untuk meningkatkan komunikasi selama krisis dan mengurangi risiko strategis," katanya.
Sebelum pertemuan, seorang pejabat pertahanan AS mengatakan Washington akan mencoba membangun jalur komunikasi di tingkat tertinggi militer sebagai mekanisme untuk menghindari situasi yang akan mengakibatkan konflik antara dua kekuatan Pasifik.
"AS juga ingin melihat mekanisme komunikasi antara komandan di tingkat teater," kata para pejabat.
"Ini telah menjadi prioritas bagi kami dalam hubungan pertahanan," kata pejabat itu.
Baca juga: AS Setujui Penjualan Suku Cadang Rp1,7 Triliun untuk Kapal Perang Taiwan
AS telah sering menyebut apa yang dilihatnya sebagai agresi China yang berkembang di kawasan itu, menuduh Tentara Pembebasan Rakyat melakukan aktivitas yang tidak aman dan berbahaya, terutama di sekitar Laut China Selatan dan Taiwan.
Menurut pernyataan itu, keduanya juga membahas perlunya mempertahankan jalur komunikasi yang terbuka.
"Menteri Austin membahas perlunya mengelola persaingan secara bertanggung jawab dan menjaga jalur komunikasi terbuka. Menteri menggarisbawahi pentingnya Tentara Pembebasan Rakyat terlibat dalam dialog substantif untuk meningkatkan komunikasi selama krisis dan mengurangi risiko strategis," katanya.
Sebelum pertemuan, seorang pejabat pertahanan AS mengatakan Washington akan mencoba membangun jalur komunikasi di tingkat tertinggi militer sebagai mekanisme untuk menghindari situasi yang akan mengakibatkan konflik antara dua kekuatan Pasifik.
"AS juga ingin melihat mekanisme komunikasi antara komandan di tingkat teater," kata para pejabat.
"Ini telah menjadi prioritas bagi kami dalam hubungan pertahanan," kata pejabat itu.
Baca juga: AS Setujui Penjualan Suku Cadang Rp1,7 Triliun untuk Kapal Perang Taiwan
AS telah sering menyebut apa yang dilihatnya sebagai agresi China yang berkembang di kawasan itu, menuduh Tentara Pembebasan Rakyat melakukan aktivitas yang tidak aman dan berbahaya, terutama di sekitar Laut China Selatan dan Taiwan.
Lihat Juga :