Kremlin: Operasi Militer Khusus di Ukraina Berakhir Ketika Tujuannya Tercapai

Jum'at, 10 Juni 2022 - 02:00 WIB
Moskow juga menegaskan akan segera merespons jika Rusia diserang dengan sistem senjata jarak jauh. Hal itu diungkapkan Kepala Delegasi Rusia untuk Perundingan Keamanan Militer dan Kontrol Senjata di Wina Konstantin Gavrilov kepada saluran TV Rossiya-24.

“Kami secara khusus menyoroti pengiriman (ke Ukraina) Howitzer jarak jauh dan HIMARS MLRS yang mengancam tidak hanya Donbass, tetapi juga Rusia. Kami telah dengan jelas menetapkan sikap Rusia: jika Federasi Rusia diserang dengan serangan jarak jauh ini, sistem tanggapan terhadap pusat pengambilan keputusan akan segera," tegasnya.

Baca: Tentara Rusia Acungkan Jari Tengah pada Drone Ukraina Sebelum Digranat

Utusan itu mencatat bahwa darknet sekarang dipenuhi dengan tawaran untuk menjual senjata yang telah diterima Ukraina dari AS. "Saya pikir, ini terjadi bukan tanpa keterlibatan militer dan kepemimpinan politik Ukraina. Saya tidak mengesampingkan apa pun lagi," tambahnya.

Menurut diplomat itu, janji rezim Kiev bahwa Ukraina tidak akan menggunakan sistem HIMARS untuk menyerang Rusia "tidak bernilai sepeser pun."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!