AS Ancam Respons Kuat dan Cepat Jika Korut Uji Senjata Nuklir
Rabu, 08 Juni 2022 - 00:49 WIB
Baca juga: AS-Korsel Tembakkan 8 Rudal untuk Merespons Manuver 8 Misil Korut
Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa Korea Utara yang dipimpin Kim Jong-un, yang telah melakukan peluncuran rudal dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun ini, akan segera menguji senjata nuklir untuk pertama kalinya sejak 2017.
Pada hari Senin, pasukan Korea Selatan dan AS menembakkan delapan rudal surafce-to-surface di lepas pantai timur Korea Selatan sehari setelah Pyongyang menguji tembak delapan rudal balistik jarak pendek.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa langkah Korea Utara untuk memperluas fasilitas utama di situs nuklir utamanya di Yongbyon terus maju.
“Sebuah atap telah dipasang di lampiran ke Fasilitas Pengayaan Sentrifugal yang dilaporkan, jadi lampiran sekarang selesai secara eksternal. Di dekat reaktor air ringan (LWR), kami telah mengamati bahwa gedung baru yang telah dibangun sejak April 2021 telah selesai, dan konstruksi telah dimulai pada dua gedung yang berdekatan,” kata Kepala IAEA Rafael Grossi dalam pernyataan triwulanannya kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Senin.
Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa Korea Utara yang dipimpin Kim Jong-un, yang telah melakukan peluncuran rudal dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun ini, akan segera menguji senjata nuklir untuk pertama kalinya sejak 2017.
Pada hari Senin, pasukan Korea Selatan dan AS menembakkan delapan rudal surafce-to-surface di lepas pantai timur Korea Selatan sehari setelah Pyongyang menguji tembak delapan rudal balistik jarak pendek.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa langkah Korea Utara untuk memperluas fasilitas utama di situs nuklir utamanya di Yongbyon terus maju.
“Sebuah atap telah dipasang di lampiran ke Fasilitas Pengayaan Sentrifugal yang dilaporkan, jadi lampiran sekarang selesai secara eksternal. Di dekat reaktor air ringan (LWR), kami telah mengamati bahwa gedung baru yang telah dibangun sejak April 2021 telah selesai, dan konstruksi telah dimulai pada dua gedung yang berdekatan,” kata Kepala IAEA Rafael Grossi dalam pernyataan triwulanannya kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Senin.
Lihat Juga :