Der Spiegel Ungkap Jerman Tidak Mempercayai Zelensky
Senin, 06 Juni 2022 - 18:38 WIB
Scholz mengklaim pekan lalu bahwa Jerman juga akan mengirim salah satu senjata paling modernnya yakni sistem pertahanan udara IRIS-T kepada pemerintah Kiev.
Namun, Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan tidak memiliki stok perangkat keras yang disebutkan , dan pertanyaan itu harus ditujukan kepada produsen.
Menurut laporan media, Ukraina hanya bisa berharap mendapatkan sistem itu pada November.
“Itu mungkin sudah terlambat, karena penilaian yang bocor oleh intelijen Jerman menunjukkan pasukan Rusia dapat menguasai semua wilayah Donbas pada bulan Agustus,” ungkap Der Spiegel.
Rusia menyerang negara Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Kiev mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass, Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
Namun, Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan tidak memiliki stok perangkat keras yang disebutkan , dan pertanyaan itu harus ditujukan kepada produsen.
Menurut laporan media, Ukraina hanya bisa berharap mendapatkan sistem itu pada November.
“Itu mungkin sudah terlambat, karena penilaian yang bocor oleh intelijen Jerman menunjukkan pasukan Rusia dapat menguasai semua wilayah Donbas pada bulan Agustus,” ungkap Der Spiegel.
Rusia menyerang negara Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Kiev mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass, Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
(sya)
Lihat Juga :