Perusahaan Asing Tinggalkan Rusia, Putin: Terima Kasih Tuhan
Jum'at, 27 Mei 2022 - 06:05 WIB
Berbicara melalui tautan video kepada para pemimpin negara-negara bekas Soviet, Putin menyindir bahwa kemewahan seperti Mercedes yang disukai oleh para bandit dalam kekacauan pasca-Soviet Rusia masih akan tersedia, meskipun ia mengakui bahwa mereka mungkin sedikit lebih mahal.
"Ini akan sedikit lebih mahal bagi mereka, tetapi ini adalah orang-orang yang sudah mengendarai Mercedes 600 dan mereka masih akan melakukannya. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa mereka akan membawanya dari mana saja, dari negara mana pun," lanjutnya.
Baca: Zelensky Bersedia Bertemu Putin untuk Akhiri Perang
Putin mengatakan Rusia masih membutuhkan akses ke teknologi maju dari ekonomi maju. "Kami tidak akan memisahkan diri dari ini - mereka ingin memeras kami sedikit, tetapi di dunia modern ini sama sekali tidak realistis, tidak mungkin," jelas Putin.
Dia tidak merinci bagaimana Rusia akan menemukan cara untuk mempertahankan akses ke komponen dan perangkat lunak barat. Putin juga berjanji bahwa upaya Barat untuk mengisolasi Rusia akan gagal, dengan mengatakan ekonomi maju sedang bergulat dengan spiral inflasi, rantai pasokan yang rusak dan krisis pangan tepat ketika pusat kekuatan ekonomi global telah pindah ke Asia.
"Ini akan sedikit lebih mahal bagi mereka, tetapi ini adalah orang-orang yang sudah mengendarai Mercedes 600 dan mereka masih akan melakukannya. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa mereka akan membawanya dari mana saja, dari negara mana pun," lanjutnya.
Baca: Zelensky Bersedia Bertemu Putin untuk Akhiri Perang
Putin mengatakan Rusia masih membutuhkan akses ke teknologi maju dari ekonomi maju. "Kami tidak akan memisahkan diri dari ini - mereka ingin memeras kami sedikit, tetapi di dunia modern ini sama sekali tidak realistis, tidak mungkin," jelas Putin.
Dia tidak merinci bagaimana Rusia akan menemukan cara untuk mempertahankan akses ke komponen dan perangkat lunak barat. Putin juga berjanji bahwa upaya Barat untuk mengisolasi Rusia akan gagal, dengan mengatakan ekonomi maju sedang bergulat dengan spiral inflasi, rantai pasokan yang rusak dan krisis pangan tepat ketika pusat kekuatan ekonomi global telah pindah ke Asia.
Lihat Juga :