Duh, Hampir Setengah Follower Biden di Twitter Akun Bodong
Kamis, 19 Mei 2022 - 00:32 WIB
Keberadaan akun palsu membuat CEO Tesla Elon Musk menunda kesepakatan untuk mengakuisisi Twitter. Musk mengatakan proses kesepakatan senilai USD44 miliar itu tidak dapat dilanjutkan sampai masalah dengan akun palsu diselesaikan dan dia tampaknya mengkritik CEO Twitter Parag Agrawal.
Musk, orang terkaya di dunia, mengklaim bahwa 20 persen akun Twitter adalah akun palsu/spam dan angka itu 4 kali lipat dari klaim Twitter, bisa jauh lebih tinggi.
"Penawaran saya didasarkan pada keakuratan pengajuan SEC Twitter," tulis Musk.
"Kemarin, CEO Twitter secara terbuka menolak untuk menunjukkan bukti <5%. Kesepakatan ini tidak dapat dilanjutkan sampai dia melakukannya," sambungnya.
Tidak jelas bagaimana Musk mencapai angka 20 persen. Dia dan Agrawal bertukar serangkaian tweet tentang masalah akun palsu ini pada hari Senin lalu.
Baca juga: Pangeran Saudi Alwaleed: Musk akan Jadi Pemimpin yang Sangat Baik untuk Twitter
Musk, orang terkaya di dunia, mengklaim bahwa 20 persen akun Twitter adalah akun palsu/spam dan angka itu 4 kali lipat dari klaim Twitter, bisa jauh lebih tinggi.
"Penawaran saya didasarkan pada keakuratan pengajuan SEC Twitter," tulis Musk.
"Kemarin, CEO Twitter secara terbuka menolak untuk menunjukkan bukti <5%. Kesepakatan ini tidak dapat dilanjutkan sampai dia melakukannya," sambungnya.
Tidak jelas bagaimana Musk mencapai angka 20 persen. Dia dan Agrawal bertukar serangkaian tweet tentang masalah akun palsu ini pada hari Senin lalu.
Baca juga: Pangeran Saudi Alwaleed: Musk akan Jadi Pemimpin yang Sangat Baik untuk Twitter
Lihat Juga :