Pasukan Rusia Mundur, Think Tank AS: Ukraina Menangkan Pertempuran Kharkiv
Minggu, 15 Mei 2022 - 08:59 WIB
Sementara itu sebuah lembaga think tank yang berbasis di Washington, Amerika Serikat (AS), melaporkan Ukraina tampaknya telah memenangkan pertempuran Kharkiv.
“Pasukan Ukraina mencegah pasukan Rusia mengepung, apalagi merebut Kharkiv, dan kemudian mengusir mereka dari sekitar kota, seperti yang mereka lakukan terhadap pasukan Rusia yang berusaha merebut Kyiv,” bunyi laporan Institute for the Study of War seperti dilansir dari AP, Minggu (15/5/2022).
Staf umum Ukraina mengatakan pasukan Rusia mundur dari kota timur laut Kharkiv dan fokus menjaga rute pasokan, sambil meluncurkan mortir, artileri, dan sernagan udara di provinsi timur Donetsk untuk menghabisi pasukan Ukraina dan menghancurkan benteng.
Setelah gagal merebut Kiev pada invasi 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengalihkan fokusnya ke timur ke Donbas, sebuah kawasan industri tempat Ukraina memerangi separatis yang didukung Moskow sejak 2014.
Baca juga: Negara NATO Ini Disebut Target Invasi Rusia Berikutnya setelah Ukraina
Serangan itu bertujuan untuk mengepung pasukan Ukraina yang paling berpengalaman dan dengan perlengkapan terbaik, yang dikerahkan di timur, dan untuk merebut bagian Donbas yang tetap berada dalam kendali Ukraina.
“Pasukan Ukraina mencegah pasukan Rusia mengepung, apalagi merebut Kharkiv, dan kemudian mengusir mereka dari sekitar kota, seperti yang mereka lakukan terhadap pasukan Rusia yang berusaha merebut Kyiv,” bunyi laporan Institute for the Study of War seperti dilansir dari AP, Minggu (15/5/2022).
Staf umum Ukraina mengatakan pasukan Rusia mundur dari kota timur laut Kharkiv dan fokus menjaga rute pasokan, sambil meluncurkan mortir, artileri, dan sernagan udara di provinsi timur Donetsk untuk menghabisi pasukan Ukraina dan menghancurkan benteng.
Setelah gagal merebut Kiev pada invasi 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengalihkan fokusnya ke timur ke Donbas, sebuah kawasan industri tempat Ukraina memerangi separatis yang didukung Moskow sejak 2014.
Baca juga: Negara NATO Ini Disebut Target Invasi Rusia Berikutnya setelah Ukraina
Serangan itu bertujuan untuk mengepung pasukan Ukraina yang paling berpengalaman dan dengan perlengkapan terbaik, yang dikerahkan di timur, dan untuk merebut bagian Donbas yang tetap berada dalam kendali Ukraina.
Lihat Juga :