Bikin Gempar, Putri Eks Presiden Iran Sebut Nabi Muhammad Sia-siakan Uang Istrinya
Kamis, 12 Mei 2022 - 11:39 WIB
Faezeh Hashemi, putri mantan presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani dituntut ke pengadilan atas komentarnya yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW. Foto/VoA
TEHERAN - Putri mantan Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani menghadapi tuntutan di pengadilan atas komentarnya media sosial tentang Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan tentang Nabi Muhammad SAW .
"Faezeh Hashemi (59), dipanggil oleh jaksa atas dua urusan ini," kata juru bicara otoritas kehakiman Iran, Zabihollah Khodayian, pada konferensi pers sebagaimana dilansir situs web Mizan Online.
"Pernyataan Faezeh Hashemi tentang sanksi terhadap institusi revolusioner dan penghinaan terhadap Nabi," lanjut Khodayian, yang dikutip Voice of America, Rabu (11/5/2022).
Hashemi, mantan anggota Parlemen dan aktivis hak-hak perempuan, berpendapat pada pertengahan April selama debat audio di forum media sosial bahwa permintaan Iran agar IRGC dihapus dari daftar organisasi teroris AS merusak kepentingan nasional negara itu.
Baca juga: Pandangan Mohammed bin Salman soal Islam, Nabi Muhammad dan Kerajaan Arab Saudi
Penghapusan label teroris adalah tuntutan utama Teheran dalam negosiasi yang terhenti untuk memulihkan kesepakatan nuklir 2015 yang berantakan dengan negara-negara kekuatan dunia.
"Faezeh Hashemi (59), dipanggil oleh jaksa atas dua urusan ini," kata juru bicara otoritas kehakiman Iran, Zabihollah Khodayian, pada konferensi pers sebagaimana dilansir situs web Mizan Online.
"Pernyataan Faezeh Hashemi tentang sanksi terhadap institusi revolusioner dan penghinaan terhadap Nabi," lanjut Khodayian, yang dikutip Voice of America, Rabu (11/5/2022).
Hashemi, mantan anggota Parlemen dan aktivis hak-hak perempuan, berpendapat pada pertengahan April selama debat audio di forum media sosial bahwa permintaan Iran agar IRGC dihapus dari daftar organisasi teroris AS merusak kepentingan nasional negara itu.
Baca juga: Pandangan Mohammed bin Salman soal Islam, Nabi Muhammad dan Kerajaan Arab Saudi
Penghapusan label teroris adalah tuntutan utama Teheran dalam negosiasi yang terhenti untuk memulihkan kesepakatan nuklir 2015 yang berantakan dengan negara-negara kekuatan dunia.
Lihat Juga :