Resimen Azov Desak Evakuasi Korban Luka dari Pabrik Baja Mariupol
Rabu, 11 Mei 2022 - 19:07 WIB
“Kami menuntut evakuasi segera prajurit yang terluka ke wilayah yang dikuasai Ukraina, di mana mereka akan dibantu dan diberikan perawatan yang tepat,” lanjut pernyataan itu. Disebutkan pula, ada beberapa ratus pejuang yang terluka di pabrik tersebut.
Sekitar 10 foto menunjukkan pejuang dengan luka parah, termasuk dua berdiri di atas kruk yang kaki kirinya diamputasi, satu dengan lengan kirinya diamputasi di bahu dan satu lagi dengan lengan kanannya diamputasi di atas siku, dengan tunggul diperban.
Baca: 500 Warga Sipil Telah Dievakuasi dari Mariupol
Dua lainnya diperlihatkan sedang dirawat oleh petugas medis, dan yang lain memiliki perangkat fiksasi eksternal, yang disekrup ke anggota tubuh yang patah untuk menstabilkannya, di lengan kanannya. Tidak mungkin untuk memverifikasi secara independen di mana foto-foto itu diambil atau identitas orang-orang yang digambarkan.
Pabrik baja tepi laut adalah satu-satunya bagian dari kota pelabuhan strategis yang belum diambil alih oleh pasukan Rusia. Dengan terowongan terowongan dan bunker yang terbentang jauh di bawah pabrik, ratusan warga sipil telah berlindung di sana dari pemboman hebat di kota mereka.
Sekitar 10 foto menunjukkan pejuang dengan luka parah, termasuk dua berdiri di atas kruk yang kaki kirinya diamputasi, satu dengan lengan kirinya diamputasi di bahu dan satu lagi dengan lengan kanannya diamputasi di atas siku, dengan tunggul diperban.
Baca: 500 Warga Sipil Telah Dievakuasi dari Mariupol
Dua lainnya diperlihatkan sedang dirawat oleh petugas medis, dan yang lain memiliki perangkat fiksasi eksternal, yang disekrup ke anggota tubuh yang patah untuk menstabilkannya, di lengan kanannya. Tidak mungkin untuk memverifikasi secara independen di mana foto-foto itu diambil atau identitas orang-orang yang digambarkan.
Pabrik baja tepi laut adalah satu-satunya bagian dari kota pelabuhan strategis yang belum diambil alih oleh pasukan Rusia. Dengan terowongan terowongan dan bunker yang terbentang jauh di bawah pabrik, ratusan warga sipil telah berlindung di sana dari pemboman hebat di kota mereka.
Lihat Juga :