Hampir 50.000 Jiwa Meninggal Akibat Covid-19 di Brasil

Minggu, 21 Juni 2020 - 10:07 WIB
Bolsonaro, kadang-kadang disebut "Tropical Trump," telah banyak dikritik karena penanganannya terhadap krisis. Negara itu masih belum memiliki Menteri Kesehatan permanen setelah dua menteri sebelumnya mengundurkan diri sejak April, menyusul perselisihannya dengan Bolsonaro.

Bolsonaro telah menolak penerapan jarak sosial (social distancing), menyebutnya tindakan mematikan pekerjaan lebih berbahaya daripada virus itu sendiri. Ia juga mempromosikan dua obat anti-malaria sebagai obat, klorokuin dan hidroklorokuin, meskipun sedikit bukti yang menunjukkan obat itu bekerja.

Brasil bukan satu-satunya negara di Amerika Latin yang dilanda wabah. Pada hari Sabtu, wilayah tersebut melewati angka 2 juta kasus, tepat 2.004.019 kasus yang terdaftar menurut penghitungan Reuters.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!