Ribuan Pendukung Oposisi Sri Lanka Turun ke Jalan, Kritisi Kebijakan Pemerintah
Minggu, 01 Mei 2022 - 23:00 WIB
Banyak yang membawa bendera Sri Lanka dan mengenakan ikat kepala bertuliskan "Harus Pulang", salah satu seruan utama para pengunjuk rasa.
"Begitu banyak orang menderita karena biaya bahan bakar dan makanan. Ada antrian untuk semuanya," kata Sunil Shantha, seorang dosen universitas berusia 58 tahun, seperti dikutip dari Reuters.
Baca: Polisi Sri Lanka Tembak Mati 1 Demonstran, 24 Terluka
Shantha mengaku memilih Rajapaksa pada pemilihan presiden terakhir pada 2019. "Gotabaya adalah presiden yang gagal," lanjutnya.
Rajapaksa dilanda pengunduran diri massal dari Kabinetnya awal bulan ini dan sekarang menghadapi kemungkinan mosi tidak percaya dalam pemerintahannya yang direformasi akhir pekan ini.
"Begitu banyak orang menderita karena biaya bahan bakar dan makanan. Ada antrian untuk semuanya," kata Sunil Shantha, seorang dosen universitas berusia 58 tahun, seperti dikutip dari Reuters.
Baca: Polisi Sri Lanka Tembak Mati 1 Demonstran, 24 Terluka
Shantha mengaku memilih Rajapaksa pada pemilihan presiden terakhir pada 2019. "Gotabaya adalah presiden yang gagal," lanjutnya.
Rajapaksa dilanda pengunduran diri massal dari Kabinetnya awal bulan ini dan sekarang menghadapi kemungkinan mosi tidak percaya dalam pemerintahannya yang direformasi akhir pekan ini.
Lihat Juga :