Biden Didesak Menyita Aset Warga Rusia Lalu Diberikan Ukraina

Jum'at, 29 April 2022 - 23:31 WIB
Selain itu disebutkan, “Aset yang disita dapat digunakan untuk mendukung pengungsi dan permukiman kembali pengungsi di negara-negara tetangga dan di Amerika Serikat, dan mendanai barang dan layanan teknologi untuk memastikan arus informasi yang bebas kepada orang-orang Ukraina di Ukraina, termasuk apa yang digambarkan sebagai item untuk melawan sensor internet oleh otoritas Rusia.”

RUU tersebut menyerukan pembentukan kelompok kerja antarlembaga, dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken di pucuk pimpinan, yang bertugas menyita aset milik individu asing yang diyakini memiliki hubungan dengan Kremlin.

Di antara delapan anggota parlemen yang tidak mendukung undang-undang tersebut adalah perwakilan dari Partai Demokrat dan Republik, yang dikenal karena pandangan liberal atau konservatif radikal mereka.

Kelompok tersebut termasuk perwakilan Alexandria Ocasio-Cortez (Partai Demokrat), Ilhan Omar (Demokrat) serta Marjorie Taylor Greene (Partai Republik) dan Chip Roy (Republik).

RUU identik dengan nama yang sama diperkenalkan di Senat pada Maret.

Bagian terbaru dari undang-undang yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat datang sehari setelah Jaksa Agung Merrick Garland mengatakan selama sidang Kongres bahwa dia akan mendukung undang-undang yang akan memungkinkan sebagian dari uang itu dikirim langsung ke Ukraina.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!