Dibayar dengan Kripto, Perwira Militer Korsel Curi Rahasia Negara untuk Korut

Jum'at, 29 April 2022 - 15:52 WIB
Pengusaha itu juga diduga membeli dan merakit perangkat peretasan seperti USB yang disebut "Poison Tap" untuk mengakses Sistem Komando & Kontrol Gabungan, kata polisi Seoul.

"Kedua pria itu telah ditangkap dengan tuduhan melanggar undang-undang keamanan nasional," kata seorang pejabat di Badan Kepolisian Nasional Korea kepada AFP, seperti dilansir dari France24.

Polisi Seoul mengatakan pengusaha yang ditangkap pertama kali bertemu mata-mata Pyongyang di komunitas online tentang cryptocurrency sekitar enam tahun lalu, dan ketiganya hanya berkomunikasi melalui layanan pesan aman Telegram.

"Keduanya dibayar dalam mata uang kripto," kata polisi.

Kapten tentara itu menerima sekitar mata uang kripto senilai USD37.710 atau sekitar Rp547 juta dari agen Korut, sementara pengusaha berusia 38 tahun itu mendapat sekitar USD600.000 atau sekitar Rp8,7 miliar.

Baca juga: Korut Pamerkan Hwasong-17, Rudal Monster yang Bisa Capai AS

"Kami akan secara ketat menanggapi penjahat keamanan sesuai dengan hukum dan prinsip," kata kantor kejaksaan Seoul dalam sebuah pernyataan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!