Putin: Setelah Gagal Menghancurkan, Barat Beralih ke Teror terhadap Rusia
Selasa, 26 April 2022 - 11:01 WIB
“Yang mereka pedulikan hanyalah hak mereka sendiri, beberapa menghargai ambisi kekaisaran, yang lain mempertahankan masa lalu kolonial mereka dengan cara kuno. Tapi ini tidak akan berhasil di Rusia,” klaim Putin.
Sementara Kremlin menuduh Barat berusaha memecah belah masyarakat Rusia, negara-negara Barat menuduh Moskow menekan oposisi, media independen, dan bahkan perbedaan pendapat secara umum.
Kritik semacam ini telah meningkat setelah peluncuran serangan di Ukraina dan langkah-langkah selanjutnya yang diambil Moskow untuk menindak “berita palsu” dan apa yang disebut “agen asing.”
Rusia menyerang negara tetangga pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
Sementara Kremlin menuduh Barat berusaha memecah belah masyarakat Rusia, negara-negara Barat menuduh Moskow menekan oposisi, media independen, dan bahkan perbedaan pendapat secara umum.
Kritik semacam ini telah meningkat setelah peluncuran serangan di Ukraina dan langkah-langkah selanjutnya yang diambil Moskow untuk menindak “berita palsu” dan apa yang disebut “agen asing.”
Rusia menyerang negara tetangga pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
(sya)
Lihat Juga :