Bersiap Diserang Rusia Besar-besaran, Ukraina Minta Dukungan Internasional

Senin, 11 April 2022 - 13:41 WIB
Kanselir Austria Karl Nehammer mengatakan dia akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin di Moskow untuk pertemuan tatap muka pertama pemimpin Rusia dengan Uni Eropa sejak invasi Moskow dimulai pada 24 Februari.

"Kami netral secara militer, tetapi (memiliki) posisi yang jelas tentang perang agresi Rusia melawan Ukraina," tulis Nehammer di Twitter tentang posisi Austria.

"Itu harus dihentikan! Perlu koridor kemanusiaan, gencatan senjata dan penyelidikan penuh atas kejahatan perang."

Baca juga: Tanpa Sebut Rusia, Indonesia Berseru Hentikan Perang di Ukraina Sekarang!

Invasi Rusia telah memaksa sekitar seperempat dari 44 juta orang Ukraina meninggalkan rumah mereka, mengubah kota menjadi puing-puing dan membunuh atau melukai ribuan orang.

Moskow dianggap Barat telah gagal merebut kota-kota besar Ukraina, tetapi Kiev mengatakan Moskow telah mengumpulkan pasukannya di timur untuk serangan besar dan telah mendesak orang-orang untuk melarikan diri.

Serangkaian ledakan kuat terdengar di kota Kharkiv di timur laut Ukraina dan di Mykolaiv, dekat Laut Hitam.

Sebelumnya, rudal menghancurkan bandara di kota Dnipro. Hal itu dikonfirmasi Valentyn Reznichenko, gubernur wilayah Dnipropetrovsk tengah.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan rudal presisi tinggi telah menghancurkan markas batalion Dnipro Ukraina di kota Zvonetsky.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!