Iran Ingin AS Cabut Beberapa Sanksi Sebelum Tercapainya Kesepakatan Nuklir

Minggu, 10 April 2022 - 21:20 WIB
Pekan lalu, Iran menyatakan AS bertanggung jawab atas jeda dalam pembicaraan antara Teheran dan kekuatan dunia di Wina yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 . Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, Senin (4/4/2022).

Baca: Dunia Fokus Perang Rusia-Ukraina, Iran Ancam Israel dengan Rudal

"Amerika bertanggung jawab atas penghentian pembicaraan ini, kesepakatan sangat dekat," kata Khatibzadeh pada konferensi pers mingguan, seperti dikutip dari Reuters. “Washington harus membuat keputusan politik untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa Teheran "tidak akan menunggu selamanya". Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada hari Kamis, bahwa sejumlah kecil masalah yang beredar tetap dalam pembicaraan nuklir. AS juga menambahkan bahwa tanggung jawab ada di Teheran untuk membuat keputusan tersebut.

Iran mengatakan bahwa masih ada masalah yang belum terselesaikan, termasuk soal tuntutan pada Washington untuk menghapus penunjukan organisasi teroris asing (FTO) terhadap Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!