AS Ingin Membuat Mesin Perang Rusia Kelaparan, Begini Caranya
Sabtu, 09 April 2022 - 01:34 WIB
Adeyemo mengatakan sektor pertahanan Rusia sejak 2014 telah mendirikan perusahaan terdepan untuk memperoleh pasokan dan bahan penting untuk membangun militer Moskow. Sejumlah perusahaan ini menjadi sasaran sanksi bulan lalu.
Menurut Adeyemo, sanksi keuangan telah memaksa Rusia untuk menghabiskan lebih banyak pendapatan energi mata uang keras untuk mempertahankan mata uang rubelnya, memakan dana yang tersedia untuk upaya perang.
Setelah kehilangan 45 persen nilainya terhadap dolar dalam dua minggu pertama invasi Ukraina, rubel Rusia telah naik tepat di bawah level sebelum perang, berkat kontrol modal oleh Moskow dan distorsi oleh bank sentral Rusia.
"Artinya Rusia memiliki lebih sedikit uang dan presiden terpaksa membuat pilihan antara menopang ekonomi dan berinvestasi dalam perang di Ukraina," kata Adeyemo.
Dia mengatakan pertemuannya pekan lalu dengan sekutu Eropa di London, Brussels, Paris dan Berlin membantu fokus pada langkah selanjutnya dan membantu mempercepat sanksi yang diumumkan pada Rabu.
Adeyemo menambahkan bahwa dia didorong oleh "pernyataan kuat" dari negara-negara Eropa tentang pengurangan ketergantungan mereka pada energi Rusia tetapi mengatakan benua itu berada dalam posisi yang berbeda dari Amerika Serikat, produsen minyak utama dunia.
"Karena kemampuan kami untuk menghasilkan energi di dalam negeri, kami dapat melarang impor minyak Rusia ke Amerika dengan lebih cepat," katanya.
"Ini akan membawa mereka lebih banyak waktu tetapi apa yang mereka lakukan adalah mereka mengurangi ketergantungan mereka dari waktu ke waktu."
Menurut Adeyemo, sanksi keuangan telah memaksa Rusia untuk menghabiskan lebih banyak pendapatan energi mata uang keras untuk mempertahankan mata uang rubelnya, memakan dana yang tersedia untuk upaya perang.
Setelah kehilangan 45 persen nilainya terhadap dolar dalam dua minggu pertama invasi Ukraina, rubel Rusia telah naik tepat di bawah level sebelum perang, berkat kontrol modal oleh Moskow dan distorsi oleh bank sentral Rusia.
"Artinya Rusia memiliki lebih sedikit uang dan presiden terpaksa membuat pilihan antara menopang ekonomi dan berinvestasi dalam perang di Ukraina," kata Adeyemo.
Dia mengatakan pertemuannya pekan lalu dengan sekutu Eropa di London, Brussels, Paris dan Berlin membantu fokus pada langkah selanjutnya dan membantu mempercepat sanksi yang diumumkan pada Rabu.
Adeyemo menambahkan bahwa dia didorong oleh "pernyataan kuat" dari negara-negara Eropa tentang pengurangan ketergantungan mereka pada energi Rusia tetapi mengatakan benua itu berada dalam posisi yang berbeda dari Amerika Serikat, produsen minyak utama dunia.
"Karena kemampuan kami untuk menghasilkan energi di dalam negeri, kami dapat melarang impor minyak Rusia ke Amerika dengan lebih cepat," katanya.
"Ini akan membawa mereka lebih banyak waktu tetapi apa yang mereka lakukan adalah mereka mengurangi ketergantungan mereka dari waktu ke waktu."
(min)
Lihat Juga :