Medvedev Kecam Provokasi Bucha dan Propaganda Rumah Sakit Mariupol
Selasa, 05 April 2022 - 16:49 WIB
Ini terjadi setelah media Ukraina dan Barat menuduh Rusia berada di balik pembunuhan massal warga sipil di Bucha ketika mereka menyebarkan rekaman yang menunjukkan mayat berserakan di jalan-jalan kota.
Moskow dengan keras menolak tuduhan itu, menyebut rekaman dari Bucha sebagai "provokasi lain" yang diproduksi Kiev secara khusus untuk media di Barat.
Bulan lalu, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov menolak klaim keterlibatan Rusia dalam serangan 9 Maret di rumah sakit bersalin Mariupol sebagai "provokasi informasi oleh Kiev".
Dia menekankan rezim gencatan senjata telah diumumkan pasukan Rusia pada 9 Maret untuk memungkinkan evakuasi penduduk Mariupol, dan bahwa pesawat Rusia tidak terbang di atas kota hari itu.
Militer Rusia juga berulang kali memperingatkan tentang kehadiran pasukan Ukraina dan militan resimen neo-Nazi Azov di rumah sakit kota itu.
Pada 24 Februari, Rusia meluncurkan operasi militer khusus untuk mendemilitarisasi dan mende-Nazifikasi Ukraina, menanggapi seruan bantuan dari Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk yang mengalami serangan intensif selama berminggu-minggu oleh pasukan Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan operasi itu semata-mata menargetkan infrastruktur militer Ukraina dengan senjata presisi tinggi, dan penduduk sipil tidak dalam bahaya.
Moskow dengan keras menolak tuduhan itu, menyebut rekaman dari Bucha sebagai "provokasi lain" yang diproduksi Kiev secara khusus untuk media di Barat.
Bulan lalu, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov menolak klaim keterlibatan Rusia dalam serangan 9 Maret di rumah sakit bersalin Mariupol sebagai "provokasi informasi oleh Kiev".
Dia menekankan rezim gencatan senjata telah diumumkan pasukan Rusia pada 9 Maret untuk memungkinkan evakuasi penduduk Mariupol, dan bahwa pesawat Rusia tidak terbang di atas kota hari itu.
Militer Rusia juga berulang kali memperingatkan tentang kehadiran pasukan Ukraina dan militan resimen neo-Nazi Azov di rumah sakit kota itu.
Pada 24 Februari, Rusia meluncurkan operasi militer khusus untuk mendemilitarisasi dan mende-Nazifikasi Ukraina, menanggapi seruan bantuan dari Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk yang mengalami serangan intensif selama berminggu-minggu oleh pasukan Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan operasi itu semata-mata menargetkan infrastruktur militer Ukraina dengan senjata presisi tinggi, dan penduduk sipil tidak dalam bahaya.
(sya)
Lihat Juga :