AS: Rusia Ubah Taktik Perang, Banjiri Ukraina Timur dengan Puluhan Ribu Tentara
Selasa, 05 April 2022 - 07:50 WIB
"Rusia kemudian dapat menggunakan keberhasilan taktis apa pun yang dicapainya untuk menyebarkan narasi kemajuan dan menutupi kegagalan militer sebelumnya.”
Invasi Presiden Rusia Vladimir Putin, yang dimulai pada 24 Februari, adalah yang paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.
Rusia menyebutnya sebagai “operasi militer khusus” yang bertujuan melindungi warga sipil.
Sullivan mengatakan pemerintahan Biden akan mengumumkan bantuan militer baru untuk Ukraina dalam beberapa hari mendatang.
Dia mengatakan sanksi lebih lanjut terhadap sektor energi Rusia sedang dibahas dalam pembicaraan dengan sekutu Eropa.
Sullivan mengatakan fase berikutnya mungkin berlarut-larut dengan pasukan Rusia melebihi jumlah pasukan Ukraina.
Invasi Presiden Rusia Vladimir Putin, yang dimulai pada 24 Februari, adalah yang paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.
Rusia menyebutnya sebagai “operasi militer khusus” yang bertujuan melindungi warga sipil.
Sullivan mengatakan pemerintahan Biden akan mengumumkan bantuan militer baru untuk Ukraina dalam beberapa hari mendatang.
Dia mengatakan sanksi lebih lanjut terhadap sektor energi Rusia sedang dibahas dalam pembicaraan dengan sekutu Eropa.
Sullivan mengatakan fase berikutnya mungkin berlarut-larut dengan pasukan Rusia melebihi jumlah pasukan Ukraina.
Lihat Juga :