Hubungan India-China Memanas, Ini Penyebab Bentrok Tentara Kedua Negara

Kamis, 18 Juni 2020 - 09:04 WIB
Baik China dan India saling tuduh dan menyalahkan atas pertempuran yang terjadi pada Senin lalu di gurun salju di Ladakh. Insiden itu terjadi setelah komandan militer menggelar pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan.

Tentara India menyatakan pada Senin malam, sekelompok tentara China memasuki wilayah India di Lembah Galwan melakukan penyerangan. “Kedua belah pihak bertempur. Kedua belah pihak berdiskusi untuk menyelesaikan ketegangan,” ujar sumber Pemerintah India. Namun, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China justru mendatangi sekelompok tentara India.

“Mereka (PLA) menyerang dengan batang besi. Seorang komandan jatuh dan terluka. Saat terjadi, banyak tentara datang ke lokasi dan menyerang dengan batu,” kata sumber yang mengetahui permasalahan tersebut.

Kubu China pun semakin memperkuat kekuatan dalam beberapa jam setelah insiden itu. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India Anurag Srivastava mengatakan di kedua belah pihak mengalami jatuh korban, yang menghindari kesepakatan pada level lebih tinggi yang diikuti pihak China. (Baca juga: Punya Rudal Balistik Pembunuh Kapal Induk, China Siap Hadapi AS)

Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan terjadi pelanggaran terhadap konsensus yang telah disepakati kedua negara. “Apa yang terjadi pada 15 Juni, pihak India melanggar konsensus kami. Mereka dua kali melintas garis perbatasan dan memprovokasi serta menyerang pasukan China. Itu menyebabkan konfrontasi fisik antardua pasukan perbatasan,” kata Zhao.

BBC melaporkan aksi kekerasan antara militer India dan China di Himalaya sangat serius dan tekanan terhadap mereka akan berkembang agar insiden ini tidak berkembang menjadi pertikaian besar-besaran. Apa yang menjadi permasalahan kedua negara? Garis Kendali Aktual (LAC) tidak didemarkasi dengan baik. Keberadaan sungai, danau, dan timbunan salju membuat garis perbatasan bisa bergeser.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!