Bak Film Aksi, Polisi Gagalkan Upaya Penculikan Orang Terkaya Keenam China
Rabu, 17 Juni 2020 - 14:39 WIB
Detail mengenai insiden tersebut memang tidak jelas. Namun, Securities Times, media bisnis yang dimiliki People’s Daily, melaporkan penculikan He itu seperti film aksi dibandingkan sebuah realitas di China. Maklum, China memang jarang sekali terjadi kejahatan bersenjata.
“Para penculik menggunakan bahan peledak untuk masuk ke vila bergaya Eropa milik He,” demikian ungkap para tetangga He. Saat bersamaan, sirene berbunyi kencang. Putra He, He Jianfeng, 55, langsung melarikan diri dan berenang melintasi sungai untuk melapor ke polisi. Laman berita TMT Post juga melaporkan He Jianfeng berenang menyeberangi sungai dekat rumahnya untuk menghubungi polisi.
Warganet China menilai peristiwa itu seperti layaknya sebuah film laga. Harian South China Morning Post melaporkan bahwa sejumlah orang di daerah sekitar mengaku diinstruksikan menetap di rumah antara Minggu (14/6) hingga Senin (15/6) pagi selagi aparat beraksi. "Saya ketakutan, karena saya selalu berpikir keamanan di sini lebih baik dari lingkungan lain," kata seorang warga.
Kepolisian Kota Foshan mengatakan masih menyelidiki peristiwa itu. Motif tersangka penculikan tersebut belum terkuak karena polisi masih menggali informasi detail.
He Xiangjian adalah salah satu orang terkaya di China, namun jarang mendapat sorotan. Nilai kekayaannya diperkirakan mencapai USD24,8 miliar (Rp348 triliun). Forbes menempatkan He sebagai orang keenam terkaya di China. (Baca juga: China Hukum Mati Gembong Narkoba Australia)
Dia membangun perusahaan Midea dari nol pada 1968 ketika berusia 26 tahun. Perusahaan itu awalnya memproduksi tutup botol dan suku cadang mobil. Namun, kini dikenal sebagai salah satu perusahaan alat elektronik rumah tangga serta pembuat perangkat penyejuk udara komersial terbesar. Midea juga memiliki salah satu perusahaan robotik asal Jerman terbesar dunia, yaitu Kuka.
“Para penculik menggunakan bahan peledak untuk masuk ke vila bergaya Eropa milik He,” demikian ungkap para tetangga He. Saat bersamaan, sirene berbunyi kencang. Putra He, He Jianfeng, 55, langsung melarikan diri dan berenang melintasi sungai untuk melapor ke polisi. Laman berita TMT Post juga melaporkan He Jianfeng berenang menyeberangi sungai dekat rumahnya untuk menghubungi polisi.
Warganet China menilai peristiwa itu seperti layaknya sebuah film laga. Harian South China Morning Post melaporkan bahwa sejumlah orang di daerah sekitar mengaku diinstruksikan menetap di rumah antara Minggu (14/6) hingga Senin (15/6) pagi selagi aparat beraksi. "Saya ketakutan, karena saya selalu berpikir keamanan di sini lebih baik dari lingkungan lain," kata seorang warga.
Kepolisian Kota Foshan mengatakan masih menyelidiki peristiwa itu. Motif tersangka penculikan tersebut belum terkuak karena polisi masih menggali informasi detail.
He Xiangjian adalah salah satu orang terkaya di China, namun jarang mendapat sorotan. Nilai kekayaannya diperkirakan mencapai USD24,8 miliar (Rp348 triliun). Forbes menempatkan He sebagai orang keenam terkaya di China. (Baca juga: China Hukum Mati Gembong Narkoba Australia)
Dia membangun perusahaan Midea dari nol pada 1968 ketika berusia 26 tahun. Perusahaan itu awalnya memproduksi tutup botol dan suku cadang mobil. Namun, kini dikenal sebagai salah satu perusahaan alat elektronik rumah tangga serta pembuat perangkat penyejuk udara komersial terbesar. Midea juga memiliki salah satu perusahaan robotik asal Jerman terbesar dunia, yaitu Kuka.
Lihat Juga :