Dubes Rusia untuk AS: Militerisasi Ukraina Ancam Keamanan Eropa dan Global

Rabu, 23 Maret 2022 - 12:31 WIB
Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, operasi militer khusus hanya ditujukan pada fasilitas militer Ukraina.

Kremlin menuduh militer Ukraina menggunakan taktik teroris, termasuk bersembunyi di belakang warga sipil dan sering mengunjungi permukiman.

Pada hari-hari awal pertama operasi militer khusus, pihak berwenang Ukraina memberikan senjata otomatis kepada sekitar puluhan ribu penduduk negara itu.

Setelah Kiev mengizinkan penduduk sipil negara itu untuk mengambil senjata, penjarahan dilaporkan terjadi secara besar-besaran.

Negara-negara Barat terus memasok senjata dan amunisi ke Ukraina. Rusia secara konsisten mengutuk pengiriman senjata baru ke pejuang Ukraina ini sebagai pemicu konflik.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!