Blogger Arab Saudi yang Dituduh Menghina Islam Dibebaskan setelah Dipenjara 10 Tahun
Minggu, 13 Maret 2022 - 02:33 WIB
Blogger berusia 38 tahun itu merupakan pemenang penghargaan Reporters Without Borders untuk kebebasan pers. Dia ditangkap dan ditahan di Arab Saudi pada 2012 atas tuduhan menghina agama Islam, dan pada akhir 2014 divonis 10 tahun penjara serta 50 cambukan dalam seminggu selama 20 minggu.
Hukuman cambuk pertamanya di alun-alun Jeddah pada tahun 2015 mengejutkan dunia, dan digambarkan oleh PBB sebagai hukuman kejam dan tidak manusiawi. Setelah protes dari berbagai komunitas internasional, dia tidak dicambuk lagi.
“Raif Badawi, pembela hak asasi manusia (HAM) di Arab Saudi, akhirnya dibebaskan!” tulis kelompok HAM Amnesty International.
“Ribuan dari Anda telah dimobilisasi bersama kami dalam membela Raif Badawi selama 10 tahun. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Anda semua atas dukungan Anda yang tak kenal lelah.”
Colette Lelievre, penyelenggara kampanye Amnesty International yang berbasis di Montreal, mengatakan pembebasannya “sangat melegakan”.
“Ensaf kehilangan kata-kata karena begitu tiba-tiba. Dia bekerja sangat keras untuk membebaskan suaminya sehingga emosi membanjirinya,” kata Lelievre pada hari Jumat setelah berbicara dengan istri Badawi.
"Ini adalah langkah maju yang besar baginya," imbuh dia.
Hukuman cambuk pertamanya di alun-alun Jeddah pada tahun 2015 mengejutkan dunia, dan digambarkan oleh PBB sebagai hukuman kejam dan tidak manusiawi. Setelah protes dari berbagai komunitas internasional, dia tidak dicambuk lagi.
“Raif Badawi, pembela hak asasi manusia (HAM) di Arab Saudi, akhirnya dibebaskan!” tulis kelompok HAM Amnesty International.
“Ribuan dari Anda telah dimobilisasi bersama kami dalam membela Raif Badawi selama 10 tahun. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Anda semua atas dukungan Anda yang tak kenal lelah.”
Colette Lelievre, penyelenggara kampanye Amnesty International yang berbasis di Montreal, mengatakan pembebasannya “sangat melegakan”.
“Ensaf kehilangan kata-kata karena begitu tiba-tiba. Dia bekerja sangat keras untuk membebaskan suaminya sehingga emosi membanjirinya,” kata Lelievre pada hari Jumat setelah berbicara dengan istri Badawi.
"Ini adalah langkah maju yang besar baginya," imbuh dia.
Lihat Juga :