Misteri Rusia Tak Pilih Perang Kilat di Ukraina, Mirip Taktik AS dalam Perang Irak

Senin, 07 Maret 2022 - 12:18 WIB
Bangkai pesawat tempur berserakan di Chernihiv, Ukraina, selama invasi Rusia. Moskow, dengan kekuatan luar biasa, tak memilih perang kilat di Ukraina. Foto/REUTERS
KIEV - Rusia , dengan kekuatan luar biasa, semestinya mampu merampungkan perangnya di Ukraina secara kilat. Namun, strategi Moskow ini justru mirip yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dalam perangnya yang berlarut-larut di Irak.

Militer Moskow, di bahwa Presiden Vladimir Putin, memiliki banyak senjata canggih termasuk bom nuklir. Namun, jet-jet tempur dan rudal futuristik yang dibanggakan tidak dikerahkan dalam perangnya.



Pada tahun 1991 Perang Teluk I pecah, di mana AS yang memimpin koalisi 35 negara menggempur Irak sebagai respons karena menginvasi dan mencoba menganeksasi Kuwait.

Baca juga: Jenderal Rusia Umumkan Hampir Seluruh Pesawat Tempur Ukraina Sudah Dihancurkan

Pada saat itu, kekuatan koalisi AS sangat mampu menundukkan Irak dengan kilat. Namun, tiga hari setelah Perang Teluk I pecah, sebuah surat kabar Amerika memuat tajuk utama "Gulf War Drags On [Perang Teluk Berlanjut]".

Hal ini menyebabkan Colin Powell, Ketua Kepala Staf Gabungan saat itu, untuk menyampaikan konferensi pers yang merinci jalannya perang dan mengapa Amerika Serikat bergerak lambat dan metodis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!