Rusia Kepung Pelabuhan Ukraina

Kamis, 03 Maret 2022 - 16:04 WIB
Wali Kota Kherson, Igor Kolykhaev, mengatakan tentara Rusia berada di kota dan datang ke gedung administrasi kota. Dia mengatakan dia meminta mereka untuk tidak menembak warga sipil dan mengizinkan kru untuk mengumpulkan mayat-mayat dari jalanan.

“Kami tidak memiliki pasukan Ukraina di kota, hanya warga sipil dan orang-orang di sini yang ingin HIDUP,” katanya dalam sebuah pernyataan yang kemudian diposting di Facebook.

Baca juga: Rusia Klaim Kuasai Kota Kherson Ukraina

Walikota mengatakan Kherson akan mempertahankan jam malam yang ketat dari jam 8 malam hingga 6 pagi dan membatasi lalu lintas ke kota untuk pengiriman makanan dan obat-obatan. Kota ini juga akan mewajibkan pejalan kaki untuk berjalan dalam kelompok tidak lebih dari dua orang, mematuhi perintah untuk berhenti dan tidak “memprovokasi pasukan.”

“Bendera yang berkibar di atas kami adalah Ukraina,” tulisnya. “Dan agar tetap seperti itu, tuntutan ini harus dipatuhi,” sambungnya.

Sedangkan Wali Kota Mariupol Vadym Boychenko mengatakan serangan di sana tanpa henti.

"Kami bahkan tidak dapat membawa yang terluka dari jalanan, dari rumah dan apartemen hari ini, karena serangan tidak berhenti," katanya seperti dikutip oleh kantor berita Interfax.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!