AS Cs Kutuk Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara
Selasa, 01 Maret 2022 - 16:26 WIB
Kesebelas negara mendesak Korut untuk memilih jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan regional dan mempromosikan perdamaian serta keamanan internasional dan menegaskan kesiapan mereka untuk berdialog.
Baca juga: BREAKING NEWS: Korea Utara Tembakkan Proyektil Tak Dikenal
“Kami tidak akan goyah dalam mengejar perdamaian dan stabilitas,” mereka menekankan.
Dewan Keamanan PBB awalnya memberlakukan sanksi terhadap Korut setelah uji coba nuklir pertamanya pada tahun 2006 dan memperketatnya setelah uji coba nuklir lebih lanjut serta peluncuran dari program rudal balistiknya yang semakin canggih.
Mantan duta besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan pada 2018 bahwa sanksi telah memotong semua ekspor Korut dan 90% dari perdagangannya serta membubarkan perkumpulan pekerja yang dikirim Korut ke luar negeri untuk mendapatkan mata uang.
Pada bulan November, sekutu terpenting Korut, China dan Rusia menghidupkan kembali upaya 2019 mereka untuk meringankan sanksi terhadap Pyongyang.
Baca juga: Militer Korsel Duga Korut Meluncurkan Rudal Balistik
Baca juga: BREAKING NEWS: Korea Utara Tembakkan Proyektil Tak Dikenal
“Kami tidak akan goyah dalam mengejar perdamaian dan stabilitas,” mereka menekankan.
Dewan Keamanan PBB awalnya memberlakukan sanksi terhadap Korut setelah uji coba nuklir pertamanya pada tahun 2006 dan memperketatnya setelah uji coba nuklir lebih lanjut serta peluncuran dari program rudal balistiknya yang semakin canggih.
Mantan duta besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan pada 2018 bahwa sanksi telah memotong semua ekspor Korut dan 90% dari perdagangannya serta membubarkan perkumpulan pekerja yang dikirim Korut ke luar negeri untuk mendapatkan mata uang.
Pada bulan November, sekutu terpenting Korut, China dan Rusia menghidupkan kembali upaya 2019 mereka untuk meringankan sanksi terhadap Pyongyang.
Baca juga: Militer Korsel Duga Korut Meluncurkan Rudal Balistik
Lihat Juga :