Turki Bersumpah Mobilisasi Umat Islam untuk Lawan Aneksasi Israel

Senin, 15 Juni 2020 - 10:49 WIB
Pandangannya menggemakan pandangan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu yang mengatakan pada pertemuan komite eksekutif 10 Juni lalu bahwa Turki meletakkan dukungan penuh di belakang Palestina dalam melawan aneksasi Israel terhadap wilayah tepi Barat.

"Umat (komunitas Islam) tidak akan pernah menyerah untuk negara Palestina yang berdaulat dengan Quds al-Sharif sebagai ibu kotanya!," katanya. Quds al-Sharif adalah nama lain untuk kota Yerusalem.

Erbas, yang juga seorang profesor, menunjukkan bagaimana pemerintah Turki berusaha mengadopsi perjuangan Palestina dan menjadikan Yerusalem sebagai alasan menyatukan "umat Islam" Timur Tengah untuk melawan Israel.

Komentar Erbas adalah bagian dari retorika anti-Israel dengan menggunakan narasi agama. Retorika yang meningkat juga mulai menyarankan untuk mengubah Hagia Sophia, museum kuno—sebelumnya gereja—di Istanbul, menjadi masjid.

Pemerintah Turki sekuler pernah menghindari narasi keagamaan dalam urusan politik, tetapi para pemimpin negara itu saat ini melihat tujuan mereka sebagai langkah yang semakin religius. Turki pernah bertemu dengan Iran dan Malaysia serta negara-negara lain untuk membahas mata uang Islam dan stasiun televisi Islam selama setahun terakhir. (Baca juga: Pakar: Berakhirnya Perjanjian Oslo akan Rugikan Israel dan Palestina )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!