Pakar: Berakhirnya Perjanjian Oslo akan Rugikan Israel dan Palestina

Senin, 15 Juni 2020 - 05:47 WIB
loading...
Pakar: Berakhirnya Perjanjian...
Ilustrasi
A A A
RAMALLAH - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas akan merasa sulit untuk menepati janji dan membatalkan Perjanjian Oslo tahun 1993, terutama karena dia terikat oleh perjanjian ekonomi, keamanan, dan politik dengan Tel Aviv. Tetapi, rencana Israel mencaplok Tepi Barat mungkin membuatnya tidak punya pilihan.

Abbas telah memperingatkan bahwa rencana Israel untuk memperluas kedaulatan atas bagian-bagian Tepi Barat akan mengarah pada pembatalan Perjanjian Oslo, yang merupakan dasar pembentukan Otoritas Palestina (PA) dan terciptanya Palestina yang merdeka, dengan Ibu Kotanya di Yerusalem Timur.

(Baca: Warga Gaza Kembali Terbangkan Balon Pembakar ke Israel )

Meskipun ancaman serupa telah disuarakan oleh Abbas sebelumnya, Nidal Foqaha, Direktur Jenderal Koalisi Inisiatif Perdamaian Palestina-Jenewa di Ramallah, percaya kali ini ancaman Abbas sangat serius, terutama karena niat Israel untuk mencaplok sekitar 30 persen dari wilayah Tepi Tepi Barat, yang dianggap ancaman eksistensial bagi kepemimpinan PA.

"Rencana itu akan merusak kelangsungan teritorial Tepi Barat dan akan meninggalkan Palestina dengan daerah-daerah kecil dan terfragmentasi yang akan sulit untuk diamankan dan dikelola," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
PBB: Israel Sengaja...
PBB: Israel Sengaja Bunuh Anak-Anak Gaza
Rekomendasi
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Dana Rampasan Rp153,6...
Dana Rampasan Rp153,6 Miliar Kembali ke TASPEN, Buah Manis Sinergi dengan KPK
Berita Terkini
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved