AS, UE dan Inggris Keroyok Putin dengan Sanksi karena Mengivasi Ukraina

Sabtu, 26 Februari 2022 - 07:21 WIB
Uni Eropa yang terdiri dari 27 negara juga memasukkan Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin, Wakil Ketua Dewan Keamanan Dmitry Medvedev, dan Menteri Dalam Negeri Vladimir Kolokoltsev ke daftar hitam sanksi.

Anggota parlemen Rusia yang tidak termasuk dalam daftar sanksi sebelumnya juga menjadi sasaran tindakan tersebut. Demikian disampaikan kepala kebijakan Uni Eropa Josep Borrell kepada wartawan setelah pertemuan di Brussels pada hari Jumat.

“Presiden Putin dan Menteri Luar Negeri Lavrov ada dalam daftar orang yang terkena sanksi bersama dengan sisa anggota Duma [Parlemen Rusia] yang mendukung agresi ini,” kata Borrell.

Kanselir Austria Karl Nehammer sebelumnya mengatakan Uni Eropa akan segera membawa paket sanksi terberat yang langsung menargetkan pemimpin Rusia, meskipun mencatat itu akan menghindari larangan perjalanan. "Karena itu tidak akan pantas jika kami ingin memberikan kesempatan negosiasi," ujarnya.

Putaran sebelumnya Sanksi Uni Eropa yang diumumkan Rabu dikenakan pada pejabat senior Rusia lainnya, termasuk Menteri Pertahanan Sergey Shoigu dan kepala staf kepresidenan Anton Vaino.

Para pemimpin Barat lainnya telah memberlakukan daftar panjang sanksi pada Moskow atas operasi Ukraina, menargetkan lembaga keuangan utama dan warga Rusia.

Inggris, melalui Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, telah mengumumkan sanksi untuk Putin dan Menlu Rusia Sergey Lavrov pada hari Jumat, sambil mendesak sekutu untuk memutuskan Moskow dari jaringan pembayaran internasional SWIFT untuk menimbulkan rasa sakit maksimum pada Presiden Putin.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!