Putin Diminta Akui Kemerdekaan Republik di Donbass dan Pasok Senjata

Senin, 21 Februari 2022 - 21:24 WIB
Pada Senin, para pejabat di Donetsk menyatakan keadaan darurat. Mereka mengatakan stasiun pompa mereka telah berhenti bekerja di tengah penembakan dan mereka tidak dapat mendistribusikan air minum.

“Sehubungan dengan serangan artileri intensif … selama beberapa hari terakhir, telah terjadi serangkaian pelanggaran terhadap operasi normal sistem pendukung kehidupan,” ungkap para pejabat.

Menurut mereka, lebih dari 21.000 penduduk tanpa air bersih karena kerusakan itu.

Awal bulan ini, parlemen Rusia memberikan suara mendukung mosi yang menyerukan Presiden Vladimir Putin mengakui kemerdekaan Donetsk dan Lugansk.

Mosi tersebut menimbulkan spekulasi bahwa keputusan seperti itu dapat membuka jalan bagi Moskow untuk mengirim pasukan ke wilayah tersebut atas permintaan para pemimpin lokal.

Namun, sementara Kremlin masih mengembangkan tanggapan formal, pemimpin Rusia itu mengatakan bahwa setiap upaya membantu wilayah yang memisahkan diri harus dilakukan sejalan dengan perjanjian Minsk 2014, yang memerlukan solusi diplomatik untuk kebuntuan tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!