Uni Eropa Akui Takut Tatanan Dunia Baru Dipimpin Rusia dan China

Senin, 21 Februari 2022 - 17:33 WIB
“30 tahun setelah berakhirnya Perang Dingin, kita menghadapi upaya yang gigih untuk mendefinisikan kembali tatanan multilateral,” papar kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa itu, dilansir RT.com.

Baca juga: Negara-negara dengan Mafia Terbanyak, Nomor 3 Ditakuti di Asia

“Pernyataan ini adalah puncak dari kampanye yang sudah berlangsung lama. Ini adalah tindakan pembangkangan. Ini adalah manifesto revisionis, manifesto untuk meninjau tatanan dunia,” ujar dia.

Pada 4 Februari 2022, setelah pertemuan selama tiga jam di Beijing, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping menandatangani pernyataan bersama.

Kedua pemimpin menyatakan kesepakatan tentang berbagai masalah pembangunan berkelanjutan global dan hubungan internasional.

Antara lain, Putin dan Xi setuju menentang, “Penyalahgunaan nilai-nilai demokrasi dan campur tangan dalam urusan internal negara-negara berdaulat dengan dalih melindungi demokrasi dan hak asasi manusia, dan segala upaya menghasut perpecahan dan konfrontasi di dunia.”

Mereka juga meminta masyarakat internasional, “Menghormati keragaman budaya dan peradaban serta hak-hak masyarakat dari berbagai negara untuk menentukan nasib sendiri.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!