Uni Eropa Akui Takut Tatanan Dunia Baru Dipimpin Rusia dan China
Senin, 21 Februari 2022 - 17:33 WIB
Beijing juga mendukung permintaan Rusia agar NATO menghentikan ekspansi ke arah timur, sementara Moskow menegaskan kembali pendiriannya tentang ketidakterpisahan China, menyangkal klaim kemerdekaan Taiwan.
Menurut Borrell, pernyataan bersama itu bertentangan dengan definisi Piagam PBB tentang hak asasi manusia dan demokrasi.
Pejabat tersebut mengklaim kesepakatan Beijing dan Moskow untuk menentang “revolusi warna” adalah ilegal, karena akan melanggar hak individu untuk menentukan nasib sendiri.
Dia juga mengkritik slogan “demokrasi yang berhasil” oleh China. Dia mempertanyakan klaim, “China memiliki budaya dan sejarah demokrasi selama seribu tahun."
Sebelumnya, Duta Besar Rusia di Washington Anatoly Antonov mengatakan hubungan Rusia dengan China telah berkembang berkat lingkungan internasional yang menantang.
Dia membantah, bagaimanapun, bahwa aliansi Rusia-China mengejar tujuan geopolitik. Beijing sejauh ini mendukung posisi Moskow dalam konflik di Ukraina.
Menurut Borrell, pernyataan bersama itu bertentangan dengan definisi Piagam PBB tentang hak asasi manusia dan demokrasi.
Pejabat tersebut mengklaim kesepakatan Beijing dan Moskow untuk menentang “revolusi warna” adalah ilegal, karena akan melanggar hak individu untuk menentukan nasib sendiri.
Dia juga mengkritik slogan “demokrasi yang berhasil” oleh China. Dia mempertanyakan klaim, “China memiliki budaya dan sejarah demokrasi selama seribu tahun."
Sebelumnya, Duta Besar Rusia di Washington Anatoly Antonov mengatakan hubungan Rusia dengan China telah berkembang berkat lingkungan internasional yang menantang.
Dia membantah, bagaimanapun, bahwa aliansi Rusia-China mengejar tujuan geopolitik. Beijing sejauh ini mendukung posisi Moskow dalam konflik di Ukraina.
(sya)
Lihat Juga :