Militer Irak Negosiasi dengan Prancis Terkait Pembelian Jet Tempur dan Drone
Minggu, 13 Februari 2022 - 20:15 WIB
"Irak sedang menegosiasikan banyak kontrak, termasuk drone bersenjata yang mampu terbang selama 30 jam di wilayah udara Irak dan menangani target dan terus memantau berbagai wilayah, dengan kemampuan dan efektivitas yang telah terbukti," katanya kepada Kantor Berita Irak.
Baca: Tampung Pasukan AS, Pangkalan Militer Irak Dihantam Roket
Tak hanya Prancis, Irak juga ditawari drone dari Pakistan. Jumlahnya juga sama, 20 unit,” ujar Ricklefs. "Tetapi Kementerian Pertahanan masih menganalisis tawaran itu," lanjutnya.
Selain drone, Irak juga berencana untuk meningkatkan jumlah tank dan meningkatkan divisi dan brigade untuk meningkatkan kemampuan angkatan darat mereka.
Ricklefs mencatat, Kementerian Pertahanan Irak sedang mencari tambahan tank T-90 dari Rusia, setelah memesan 73 unit tahun 2016. Kementerian Pertahanan Irak juga sudah mengumumkan pada bulan Juni 2018, sebagai bagian dari pesanan batch pertama, 39 dari tank T-90S tersebut dikirim ke Divisi ke-9 Brigade ke-35.
Baca: Digagalkan, Serangan Drone Bersenjata ke Pangkalan Militer AS di Irak
Baca: Tampung Pasukan AS, Pangkalan Militer Irak Dihantam Roket
Tak hanya Prancis, Irak juga ditawari drone dari Pakistan. Jumlahnya juga sama, 20 unit,” ujar Ricklefs. "Tetapi Kementerian Pertahanan masih menganalisis tawaran itu," lanjutnya.
Selain drone, Irak juga berencana untuk meningkatkan jumlah tank dan meningkatkan divisi dan brigade untuk meningkatkan kemampuan angkatan darat mereka.
Ricklefs mencatat, Kementerian Pertahanan Irak sedang mencari tambahan tank T-90 dari Rusia, setelah memesan 73 unit tahun 2016. Kementerian Pertahanan Irak juga sudah mengumumkan pada bulan Juni 2018, sebagai bagian dari pesanan batch pertama, 39 dari tank T-90S tersebut dikirim ke Divisi ke-9 Brigade ke-35.
Baca: Digagalkan, Serangan Drone Bersenjata ke Pangkalan Militer AS di Irak
Lihat Juga :