Ketika Museum Belanda Pamerkan Dokumentasi Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Kamis, 10 Februari 2022 - 16:04 WIB
Bulan lalu sebuah kelompok yang mewakili para korban kolonialisme Belanda mengajukan tuntutan terhadap Rijksmuseum dan direkturnya atas istilah yang digunakan dalam pameran tersebut.

Kata “bersiap” digunakan di Belanda untuk merujuk pada waktu tepat setelah Perang Dunia II ketika warga negara Belanda, China, dan lainnya yang dicurigai bersimpati dengan pasukan kolonial menjadi sasaran pasukan kemerdekaan.

Kelompok tersebut mengatakan itu adalah "istilah rasis dan menghina" yang digunakan untuk meminggirkan sekelompok warga keturunan Belanda-Indonesia.

Namun jaksa Belanda pada hari Rabu membatalkan tuduhan itu, dengan mengatakan istilah itu “tidak mengandung kesimpulan negatif tentang orang Indonesia sebagai sebuah kelompok karena ras mereka”.

Raja Belanda Willem-Alexander secara resmi meminta maaf pada tahun 2020 atas “kekerasan berlebihan” selama perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Direktur museum, Dibbits, mengatakan ada "banyak emosi" di sekitar masalah ini.

“Banyak orang sangat menderita di bawah kekerasan ekstrem selama revolusi dan rasa sakit ini masih terasa sampai sekarang,” kata Dibbits, seperti dikutip AFP, Kamis (10/2/2022).

"Sangat bagus bahwa topik ini sekarang dibahas."

Pameran “Revolusi! Indonesia Independent” berlangsung hingga 5 Juni 2022.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!