Junta Myanmar Izinkan Utusan ASEAN Temui Anggota Partai Suu Kyi

Selasa, 08 Februari 2022 - 03:00 WIB
Myanmar berada dalam krisis sejak militer merebut kekuasaan, dengan sekitar 1.500 warga sipil tewas dalam tindakan keras junta terhadap lawan-lawannya, menurut angka yang dikutip oleh kantor hak asasi manusia PBB.

Baca: Penduduk Desa Myanmar Menuduh Pasukan Junta Membakar Ratusan Rumah

Melibatkan semua pihak dalam krisis Myanmar dalam dialog adalah pilar utama dari proses perdamaian ASEAN yang diadopsi oleh blok 10 negara tahun lalu. Diantaranya mengakhiri kekerasan dan menyambut utusan khusus.

Kao Kim Hourn mengakui bahwa tidak mungkin bagi utusan, Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn, untuk bertemu dalam perjalanan awalnya dengan Aung San Suu Kyi, yang telah ditahan sejak kudeta dan menghadapi berbagai tuduhan kriminal yang membawa hukuman penjara hingga hampir 150 tahun.

"Idenya, tujuannya adalah untuk bertemu dengan semua pemangku kepentingan yang relevan dan penting. Tapi mungkin tidak sekaligus - bisa jadi sejumlah kunjungan," kata Kao Kim Hourn. "Jadi, tentu saja, akan sangat bagus jika Suu Kyi disertakan," lanjutnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!