Junta Myanmar Izinkan Utusan ASEAN Temui Anggota Partai Suu Kyi

Selasa, 08 Februari 2022 - 03:00 WIB
loading...
Junta Myanmar Izinkan...
Junta Myanmar Izinkan Utusan ASEAN Temui Anggota Partai Suu Kyi. FOTO/Reuters
A A A
YANGON - Pemimpin junta militer Myanmar , Min Aung Hlaing setuju untuk mengatur pertemuan utusan khusus ASEAN dari Kamboja dengan anggota partai penguasa yang digulingkan pada kunjungan mendatang. Demikian diungkapkan seorang pejabat senior Kamboja, Senin (7/2/2022).

Janji tersebut, yang dibuat dalam panggilan video 26 Januari dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Ini merupakan konsesi kecil dalam proses perdamaian yang menemui jalan buntu, sejak militer Myanmar merebut kekuasaan setahun lalu dari pemerintah terpilih Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi.

Baca: Australia Desak Myanmar Bebaskan Ekonom yang Ditahan Junta Militer

“Min Aung Hlaing tidak mengidentifikasi anggota NLD mana yang mungkin tersedia (untuk ditemui),” kata Kao Kim Hourn, seorang menteri di kantor Hun Sen yang menjadi bagian dari pertemuan video itu.

"Mereka mengatakan selama konferensi video antara perdana menteri kami dan jenderal senior Min Aung Hlaing, bahwa mereka akan memberikan akses ke beberapa tokoh NLD, tetapi kami belum mengetahuinya," kata Kao Kim Hourn kepada Reuters melalui telepon.

Seorang juru bicara junta Myanmar tidak menjawab panggilan telepon untuk meminta komentar.

Myanmar berada dalam krisis sejak militer merebut kekuasaan, dengan sekitar 1.500 warga sipil tewas dalam tindakan keras junta terhadap lawan-lawannya, menurut angka yang dikutip oleh kantor hak asasi manusia PBB.

Baca: Penduduk Desa Myanmar Menuduh Pasukan Junta Membakar Ratusan Rumah

Melibatkan semua pihak dalam krisis Myanmar dalam dialog adalah pilar utama dari proses perdamaian ASEAN yang diadopsi oleh blok 10 negara tahun lalu. Diantaranya mengakhiri kekerasan dan menyambut utusan khusus.



Kao Kim Hourn mengakui bahwa tidak mungkin bagi utusan, Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn, untuk bertemu dalam perjalanan awalnya dengan Aung San Suu Kyi, yang telah ditahan sejak kudeta dan menghadapi berbagai tuduhan kriminal yang membawa hukuman penjara hingga hampir 150 tahun.

"Idenya, tujuannya adalah untuk bertemu dengan semua pemangku kepentingan yang relevan dan penting. Tapi mungkin tidak sekaligus - bisa jadi sejumlah kunjungan," kata Kao Kim Hourn. "Jadi, tentu saja, akan sangat bagus jika Suu Kyi disertakan," lanjutnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Daftar 11 Pemimpin ASEAN...
Daftar 11 Pemimpin ASEAN yang Paling Sering Bepergian ke Luar Negeri, Prabowo Nomor Satu
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved