Sering Dipakai untuk Sebar Teori Konspirasi, Jerman Pertimbangkan Larang Telegram

Rabu, 26 Januari 2022 - 22:00 WIB
"Kami akan memastikan bahwa mereka yang menyebarkan kebencian diidentifikasi dan dimintai pertanggungjawaban," kata Faeser kepada majelis rendah parlemen Bundestag pada pertengahan Januari, seperti dikutip dari France24.

Baca: Dikecam karena Puji Putin, Panglima Angkatan Laut Jerman Mengundurkan Diri

Dia juga mengatakan kepada surat kabar Die Zeit, bahwa Telegram dapat dinonaktifkan di Jerman jika gagal mematuhi hukum setempat dan "semua opsi lain telah gagal".

Grup obrolan Telegram, yang dapat mencakup hingga 200.000 anggota, telah digunakan oleh beberapa pengunjuk rasa anti-vaksin untuk berbagi informasi palsu dan mendorong kekerasan terhadap politisi.

Pada bulan Desember, polisi Jerman menyita senjata selama penggerebekan di timur kota Dresden, setelah sebuah grup Telegram digunakan untuk berbagi ancaman pembunuhan terhadap seorang pemimpin regional.

Baca: Di Tengah Situasi Panas, Jerman Ingin Normalkan Hubungan dengan Rusia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!