Giliran Rusia Tuduh Amerika Cs Rencanakan Provokasi di Ukraina
Kamis, 20 Januari 2022 - 18:57 WIB
Donbas, yang terletak di Ukraina timur, berada di bawah kendali separatis pro Rusia yang telah memerangi pasukan Ukraina selama hampir delapan tahun, konflik yang telah menewaskan lebih dari 14.000 orang.
Tudingan ini seolah membalas tuduhan media Amerika Serikat (AS) yang menyebut Rusia tengah merencanakan operasi bendera palsu sebagai dalih untuk menyerang Ukraina. Sebelumnya, CNN mengutip seorang pejabat AS melaporkan bahwa Rusia akan melakukan sabotase terhadap pasukan proksinya sendiri.
Baca juga: Invasi Ukraina, AS Sebut Rusia Siapkan Operasi Bendera Palsu
Ukraina mengatakan awal pekan ini bahwa mereka telah menerima pengiriman rudal anti-tank dari Inggris. Ukraina telah menolak klaim Moskow bahwa pihaknya merencanakan serangan untuk merebut kembali kendali atas wilayah yang dikuasai separatis di jantung industri timur negara itu.
Sementara itu, pemerintah Ukraina, AS dan sekutu NATO-nya telah menyatakan keprihatinan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir atas penumpukan pasukan Rusia di dekat Ukraina.
Konsentrasi sekitar 100.000 tentara Rusia di dekat Ukraina telah memicu kekhawatiran Barat bahwa Moskow siap untuk menyerang tetangganya. Presiden AS, Joe Biden, berpikir Rusia akan menginvasi Ukraina. Ia memperingatkan Presiden Vladimir Putin bahwa negaranya akan membayar "harga yang mahal" atas nyawa yang hilang dan kemungkinan pemutusan dari sistem perbankan global jika itu terjadi .
Tudingan ini seolah membalas tuduhan media Amerika Serikat (AS) yang menyebut Rusia tengah merencanakan operasi bendera palsu sebagai dalih untuk menyerang Ukraina. Sebelumnya, CNN mengutip seorang pejabat AS melaporkan bahwa Rusia akan melakukan sabotase terhadap pasukan proksinya sendiri.
Baca juga: Invasi Ukraina, AS Sebut Rusia Siapkan Operasi Bendera Palsu
Ukraina mengatakan awal pekan ini bahwa mereka telah menerima pengiriman rudal anti-tank dari Inggris. Ukraina telah menolak klaim Moskow bahwa pihaknya merencanakan serangan untuk merebut kembali kendali atas wilayah yang dikuasai separatis di jantung industri timur negara itu.
Sementara itu, pemerintah Ukraina, AS dan sekutu NATO-nya telah menyatakan keprihatinan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir atas penumpukan pasukan Rusia di dekat Ukraina.
Konsentrasi sekitar 100.000 tentara Rusia di dekat Ukraina telah memicu kekhawatiran Barat bahwa Moskow siap untuk menyerang tetangganya. Presiden AS, Joe Biden, berpikir Rusia akan menginvasi Ukraina. Ia memperingatkan Presiden Vladimir Putin bahwa negaranya akan membayar "harga yang mahal" atas nyawa yang hilang dan kemungkinan pemutusan dari sistem perbankan global jika itu terjadi .
Lihat Juga :