Gurun Sahara yang Panas Tiba-tiba Bersalju, Ada Apa dengan Bumi?
Kamis, 20 Januari 2022 - 07:03 WIB
Itu terletak di provinsi Naama di Aljazair di bagian utara Sahara, dekat dengan perbatasan Maroko.
Meskipun suhu bervariasi di gurun pasir terbesar di dunia tersebut, salju dan es masih jarang. Satu-satunya insiden salju yang tercatat di Ain Sefra adalah 1979, 2017, 2018 dan tahun lalu.
Jumlah hujan salju sangat bervariasi, mulai dari badai salju yang menghentikan lalu lintas pada tahun 1979 hingga 40cm yang turun pada tahun 2018.
Ain Sefra, yang didirikan pada tahun 1881 sebagai kota garnisun Prancis, mengalami suhu tinggi rata-rata sekitar 37 derajat Celsius di musim panas dan mencapai rekor terendah minus 10,2 derajat Celsius di musim dingin.
"Salju di [Gurun] Sahara adalah tidak biasa tetapi tidak pernah terdengar,” kata Kantor Meteorologi Inggris melalui seorang juru bicaranya kepada The Independent, Kamis (20/1/2022).
Sulit untuk menentukan peran yang dimainkan oleh krisis iklim dalam satu peristiwa cuaca, namun bidang ilmu atribusi telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Mengidentifikasi iklim ekstrem di wilayah Gurun Sahara juga terhambat oleh kurangnya data dan studi ilmiah. Demikian laporan Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim PBB (IPCC), otoritas terkemuka dunia untuk ilmu iklim.
Meskipun suhu bervariasi di gurun pasir terbesar di dunia tersebut, salju dan es masih jarang. Satu-satunya insiden salju yang tercatat di Ain Sefra adalah 1979, 2017, 2018 dan tahun lalu.
Jumlah hujan salju sangat bervariasi, mulai dari badai salju yang menghentikan lalu lintas pada tahun 1979 hingga 40cm yang turun pada tahun 2018.
Ain Sefra, yang didirikan pada tahun 1881 sebagai kota garnisun Prancis, mengalami suhu tinggi rata-rata sekitar 37 derajat Celsius di musim panas dan mencapai rekor terendah minus 10,2 derajat Celsius di musim dingin.
"Salju di [Gurun] Sahara adalah tidak biasa tetapi tidak pernah terdengar,” kata Kantor Meteorologi Inggris melalui seorang juru bicaranya kepada The Independent, Kamis (20/1/2022).
Sulit untuk menentukan peran yang dimainkan oleh krisis iklim dalam satu peristiwa cuaca, namun bidang ilmu atribusi telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Mengidentifikasi iklim ekstrem di wilayah Gurun Sahara juga terhambat oleh kurangnya data dan studi ilmiah. Demikian laporan Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim PBB (IPCC), otoritas terkemuka dunia untuk ilmu iklim.
Lihat Juga :