Tantang Ancaman AS Soal Ukraina, Rusia Punya Skenario Khusus

Senin, 17 Januari 2022 - 22:01 WIB
Pada musim semi 2021 dan sekali lagi pada musim gugur dan musim dingin di tahun yang sama, para pejabat dan media Barat menuduh Rusia terlibat dalam pembangunan militer di perbatasan Ukraina dalam kemungkinan persiapan serangan.

Moskow telah menolak semua tuduhan itu. Rusia balik menuduh Barat meningkatkan ketegangan secara artifisial.

Rusia juga mengisyaratkan tidak akan berdiam diri jika Kiev mencoba menyelesaikan konflik sipil yang membeku di timur Ukraina dengan paksa.

Para diplomat Rusia bertemu rekan-rekan mereka dari AS dan NATO pekan lalu untuk membahas serangkaian proposal keamanan yang diajukan Moskow yang dirancang untuk meredakan ketegangan.

Proposal tersebut menyerukan kedua belah pihak untuk menahan diri dari mengerahkan pasukan, sistem rudal, pesawat terbang dan kapal perang di daerah-daerah di mana mereka dapat dianggap sebagai ancaman bagi pihak lain.

Washington dan blok Barat juga diminta menghentikan ekspansi NATO ke arah timur, dan membatalkan rencana memasukkan Ukraina atau negara lain bekas Uni Soviet ke dalam aliansi itu.

Barat juga diminta membatasi pengerahan pasukan dan senjata asing di wilayah timurnya dekat Rusia.

Kepala NATO Jens Stoltenberg telah menolak saran bahwa kebijakan “pintu terbuka” aliansi dapat dibanting oleh Rusia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!