Kazakhstan Kacau, Presiden Tokayev Pecat 2 Petinggi Intelijen atas Tuduhan Makar

Senin, 10 Januari 2022 - 11:39 WIB
Mantan Perdana Menteri Akezhan Kazhegeldin mengatakan kepada Reuters bahwa Tokayev perlu menghilangkan keraguan tentang siapa yang sebenarnya bertanggung jawab.

"Saya pikir banyak orang di jejaring sosial, kritikus, terus mengatakan dia adalah calon Nazarbayev, bahwa Nazarbayev berdiri di belakangnya dan memanipulasi dia," katanya.

"Sekarang dia memiliki kekuasaan eksekutif formal yang lengkap, pertanyaannya adalah bagaimana dia akan menyebarkannya. Dia perlu mengambil alih komando."

Tokayev kemungkinan akan menunjuk anggota pemerintah baru ketika dia berpidato di parlemen pada hari Selasa besok.

Dia memberikan hadiah atas keberanian kepada 16 polisi dan perwira tentara yang tewas dalam kekerasan.

"Situasi telah stabil di semua wilayah negara," kata kantor kepresidenan, menambahkan lembaga penegak hukum telah merebut kembali kendali gedung-gedung administrasi.

"Operasi kontra-teroris...akan dilanjutkan sampai para teroris benar-benar dimusnahkan," kata Wakil Menteri Pertahanan Sultan Gamaletdinov.

Kekerasan telah memukul citra Kazakhstan sebagai negara yang dikontrol ketat dan stabil, yang telah digunakan untuk menarik ratusan miliar dolar investasi Barat dalam industri minyak dan mineralnya.

Polisi mengatakan 6.044 orang telah ditangkap sehubungan dengan kerusuhan tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!