Pasukan Keamanan Sudan Gunakan Peluru Tajam, 3 Demonstran Tewas Ditembak

Jum'at, 07 Januari 2022 - 04:00 WIB
Masih menurut pernyataan tersebut, korban kedua yang juga belum diidentifikasi, ditembak peluru tajam ke panggul selama protes Omdurman. Sementara yang ketiga tewas di Khartoum Utara karena peluru tajam di dada.

Petugas medis juga menghitung lebih dari 300 orang terluka termasuk peluru tajam, peluru karet, dan cedera lainnya akibat tembakan gas air mata yang terus-menerus. Kematian mereka terjadi sehari setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengimbau di Twitter agar pasukan keamanan Sudan "berhenti menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstran".

Baca: Zig-zag PM Sudan Abdalla Hamdok: Dikudeta, Diangkat Lagi, lalu Mundur

Pihak berwenang secara teratur membantah menggunakan peluru langsung dalam menghadapi protes. Banyak pengunjuk rasa di Khartoum terlihat terluka dan kesulitan bernapas karena tembakan gas air mata yang berat, menurut para saksi mata.

Demonstran tetap tidak terpengaruh oleh risiko, yang pada 17 November melihat 15 pengunjuk rasa ditembak mati di hari paling berdarah sejauh ini. "Kami tidak akan berhenti sampai kami mendapatkan kembali negara kami," teriak seorang pengunjuk rasa, Samar al-Tayeb (22).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!